Rabu, 07 Maret 2012

HIDUP ITU KEJAM JENDRAL!

 
Gak tau kenapa ya, akhir-akhir ini suka gatel posting. hmm, kayaknya ada apa-apa dikit langsung klik 'new entri'. Hehe, meskipun banyak juga hal gak penting yang kadang aku bagi disini (maaf ya...) tapi kali ini aku pengen share tentang sesuatu yang menurut aku penting untuk dibagi.

Ceritanya beberapa hari ini ada kejadian yang luar biasa dikampus. Sangking luar biasanya kejadian itu, mungkin ga perlu aku cerita disini dengan berpanjang lebar karena nanti aku bakal dikira nulis naskah sinetron. Beneran, jadi aku pikir kejadian sedramatic itu cuma ada di sinetron lebay yang biasanya kejar tayang di tipi-tipi, but im wrong, thats reallll! happen in my life. Sekedar ngasih contekan dikit ya, mau tau apa kejadiannya??? jangan kaget ya..fakta itu adalahhh bahwaaa akuuuuuuu berteman dengan psikopat!!!!! 

Yeee, jangan penasaran kenapa kesannya kok aku sadis banget menilai orang psikopat. Pokoknya kategori apapun yang dibutuhkan untuk masuk golongan psikopat udah ada lah di orang itu. Melakukan kebohongan besar? dia jagonya, bahkan kebohongan publik. mencuri?? master kalau itu. kepribadian ganda..?? wah apalagi. dia masternya membangun image baik di depan teman-teman. Jadi semuanya mudah percaya untuk kemudian ditipu mentah-mentah oleh teman psikopat ini. Intinya, apapun yang ada dalam ekspektasi kita tentang kriteria psikopat kayaknya ada di dia. Jadi ini bukan gosip, karena penggosip juga golongan psikopat jadi jangan suka bergosip. 

Okelah, balik ke tujuan awal. Jadi menurutku ga terlalu penting aku berlama-lama mempopulerkan dia di postingan kali ini. enak banget, siapa elo!???!!! Yang pengen aku tekankan disini adalah betapa kepercayaan itu merupakan hal yang paling mahal harganya. Aku liat sendiri gimana teman-teman aku yang ditipu sama orang itu dalam bentuk harta bisa tetap calm, tapi teman terdekatku yang memang dekat dengan penjahat itu jadi ngedrop banget. Aku mengerti banget keadaannya. Kita mungkin pernah ngalamin gimana dikhianati oleh orang dekat yang jelas-jelas kita percayai. Rasanya apapun kita bagi untuk dia. Kita merasa udah kenal dia luar dalem. Tapi apa??? suatu saat kita harus menelan pil pahit karena dihadapkan pada kenyataan bahwa kita ternyata SAMASEKALI gak kenal dia,.bahwa dia tiba-tiba menjadi orang asing yang bahkan kayak ga pernah punya ikatan apapun dengan kita. bukankah itu sangat sangattt pedih?

titik tekannya di 'Ikatan apapun', disini maknanya bisa luas, mungkin sahabat tempat kita biasanya berbagi tiba-tiba menggosipi kita dibelakang, pasangan tempat kita bersandar mendadak 'disandari' orang lain, pokoknya siapapun yang kita anggap sebagai orang terdekat kita. Aku pernah tulis tentang ini sebelumnya, bahwa disakiti dengan cara menusuk dari dalam benar-benar gak adil dan sakitnya bisa melebihi apapun. Di tulisan ini aku ga punya maksud mau menebar kekhawatiran atau kecurigaan yang berlebih. Namun kenyataan-kenyataan disekitar membuat suatu pertanyaan besar hadir, bila orang-orang terdekat yang kita pikir sudah sangat kita kenal saja bisa mencurangi kita mentah-mentah, lantas siapa lagi yang bisa kita percaya di dunia ini???  

Ngomong-ngomong curhatan ini sebelumnya aku tulis di status fb dan ada satu orang temanku yang komentarnya menurutku penting untuk aku bagi disini. Isinya kurang lebih menegaskan untuk 'trust nobody except your family'. Kata family disini merujuk dalam arti sebenarnya lho ya, jadi keluarga yang sebenarnya keluarga, bukan teman yang sudah kita anggap seperti keluarga atau siapapun yang kita anggap tapi bukan keluarga kita yang sesungguhnya. Komentar itu awalnya menurutku kok kesannya skeptis banget. Masak iya kita harus jadi orang sepicik itu. Terus temenku itu komentar lagi kalau kata "sahabat" menurut dia tidak pernah ada, yg ada itu patner, dan akan berganti2 tergantung visi dan lingkungan. Denger kalimat itu rasanya kok gak asing ya, itu prinsip dalam dunia politik banget, dimana pada dasarnya ga ada musuh dan teman yang abadi. 

Komentar itu membuat  aku berfikir ulang. Waktu dosen politik bilang tentang itu aku cuma sekedar lewat aja masuk kuping kanan keluar dari kiri. Sering juga orangtua ngasih nasihat begitu kan..Jadi kalau dekat sama orang itu biasa aja, jangan yang 100 persen percaya. Nah semua omongan-omongan itu seringnya dalam tanda kutip aku abaikan. Alasannya klise dan bodoh, ya karena kita belum melihat sendiri buktinya. Toh kita masih punya sahabat yang baik, pacar yang setia.. Tapi kesombongan untuk mengabaikan omongan-omongan itu seketika runtuh saat aku memikirkan kejadian itu. Rasanya kok sebagai manusia yang memiliki kemampuan terbatas, terlebih sebagai anak muda yang pengalamannya masih seujung kuku udah sok merasa nasehat itu picik. Kok udah langsung yakin kenal sama seseorang...setelah itu apa, bummmm!! kenyataan dicurangi membuat kita kayak tersengat listrik 3000 Volt dan menjatuhkan kita dari menara tertinggi. Yang tinggal apa? kita yang ngesot kesakitan kembali ke 'rumah' untuk mencari semua hal yang bukan sandiwara dan menumbuhkan lagi kepercayaan kita yang sudah dibawa pergi meskipun tumbuhnya belum pasti akan sempurna (kembali). Renungkanlah...Merenung untuk waspada..salam bang napi!! :3




1 komentar:

  1. Novida gultom.
    H.helvy hanifah
    drg.rosalina...

    BalasHapus